kamuflase hati

akhir pekan ini aku senang sekali

kalian tau kenapa?

bukan ajakan teman-teman untuk pergi ke mall

bukan pula karena akhirnya aku bisa punya waktu bebas tugas kuliah

tapi karena sabtu ini ayah dan bunda ku datang

tak hanya itu, adik perempuanku pun ikut menyertai mereka

mereka bertiga datang mengunjungiku setelah hampir sebulan kami tak bertemu

sabtu sore itu,

kami menghabiskan waktu di sebuah pusat perbelanjaan

melihat-lihat berbagai isi toko

orang bilang, itu namanya cuci mata :)

kami bercakap, bercengkrama, bersenda gurau

kami melepas rindu…

walau tak satupun kata “rindu” terucap

rasa itu diterjemahkan melalui sorot mata dan bahasa tubuh kami

hari sabtu itu begitu menyenangkan

sudah lama sekali aku tidak bertemu mereka

bahwa aku mendapat kesempatan bertemu,

itu merupakan suatu kebahagiaan yang tak ternilai

banyak sekali senyum dan tawa yang tercipta

di hari sabtu itu

esoknya aku mengajak mereka untuk pergi lagi

ke tempat lain yang kupikir akan menyenangkan

sudah terbayang di benakku

kami akan berangkat sebelum matahari meninggi

dan pulang saat matahari mulai terbenam

nanti akan mampir ke sini, melihat benda itu

membujuk ayah agar membelikannya untukku

*aku memang masih seperti anak manja

setelah lelah, kami akan santai sejenak

sambil minum segelas teh hangat

dan makan makanan kesukaan kami semua

wah, pokoknya hari minggu ini akan asyik!

akan lebih banyak waktu yang kami habiskan bersama

ternyata itu cuma angan-angan

ada satu hal yang kemudian merusak semuanya

kami tidak bisa pergi, terjebak di dalam rumah

aku pun mulai kesal, cemberut dan menyendiri di sudut kamar

bertanya-tanya, kapan kami bisa berangkat??

bunda bilang, sebentar ya sayang…sabar

oke, akhirnya kuhabiskan waktuku dengan membaca novel

tapi hal itu tak bisa membuatku lupa

bahwa aku sangat kesal tidak bisa menggunakan waktu lebih lama dengan mereka

sudah berkali-kali tangisku tertahan

aku tak mau mereka melihatnya

maka untuk menutupinya, aku berpura-pura marah

nada bicaraku ketus, langkah kakiku menghentak-hentak

wajahku memasang ekspresi datar

sampai akhirnya waktu itu tiba

waktu untuk kami berangkat ke tempat yang kurencanakan

tapi apalah artinya berangkat sekarang?

sebentar lagi langit akan menampakkan semburat jingganya

partanda ayah bunda dan adikku harus kembali ke kota mereka

rasa senang itu urung datang, kalah oleh desakan kecewa yang semakin menjadi

beberapa rancanaku terlaksana,

kecuali bagian merajuk,

kecuali beristirahat sejenak sambil minum segelas teh hangat,

kecuali semua hal yang menyenangkan

aku memutuskan untuk segera pulang

keluar dari tempat membosankan itu

masih dengan ekspresi marah

yang sebenarnya hanyalah sebuah topeng

untuk menutupi tangisanku

sesampainya di depan rumah

aku langsung keluar dari mobil tanpa sepatah katapun

meninggalkan ayah bunda dan adikku ku dalam

berjalan cepat menuju rumah

membuka kunci, kemudian bergegas ke kamar

tak berapa lama kudengar bundaku masuk rumah

pamit pulang, karena memang hari sudah gelap

hampir saja pertahananku jebol

air mata itu sudah di ujung mata

tak tau lagi harus berkata apa

aku hanya bisa mencium tangannya

dan membiarkannya kembali ke mobil

bersama ayah dan adikku

ah, apa pula yang telah kulakukan tadi?

memasang wajah masam

berkata ketus

tak mempedulikan ucapan ayah bunda

merengut sepanjang perjalanan

inikah yang kusebut sebagai perpisahan?

memberikan kesan buruk, begitu?

padahal sebenarnya mereka berharap dapat melihat wajah ceriaku

yang telah mereka rindukan setiap hari

padahal mereka berharap kunjungan ini akan mengobati rasa rindu mereka terhadapku

mereka berharap anak gadisnya ini akan menyambut gembira kedatangan mereka

dan akan mengantar kepulangan mereka dengan wajah yang sama gembiranya

mereka telah memberikan banyak hal dalam kunjungannya

untuk menebus perpisahan kami selama sebulan lalu

mereka datang dengan harapan-harapan yang membuncah

berpikir harapanku sama membuncahnya

mereka berharap diperlakukan layaknya keluarga yang telah lama terpisah lalu dipersatukan kembali

tapi apa yang mereka dapat?

NOL BESAR

aku merusak segalanya

aku menghancurkan harapan-harapan mereka

aku meluluh-lantakkan hati mereka

dengan perangaiku yang sangat buruk

saat mereka telah pergi

tumpahlah air mata itu

air mata yang telah lama tertahan di ujung mata

ia kini mengalir bebas

disertai isak tangis, di sudut kamar

aku sangat menyesali perbuatanku

maafkan aku, ayah..

maafkan aku, bunda..

maafkan aku, adikku..

maafkan semua kesalahanku yang telah menyakiti hati kalian

sungguh, aku minta maaf

aku menyesal, ayah, bunda, adik..

semoga pertemuan tadi bukanlah pertemuan terakhir kita

:’(

wew cuma mau ngasihtau aja, semester 3 ini gw udah masuk studio perancangan arsitektur. bobot nya 8 SKS!! sampe mabok dah di studio!! nnaah karna saking banyaknya waktu yang dihabiskan di studio, kita (gw n temen” satu studio) jadi tambah akrab. terutama sama kelompok studionya. awalnya sih ga ada masalah, tapi lama-lama ternyata banyak yang ngga suka dengan arogansi kelompok. dan yang melakukan arogansi itu adalah kelompok gw! ah!

 

jadi gini, di studio itu terbagi jadi 9 kelompok besar. gw ada di kelompok 8. kelompok gw tuh paling rame diantara kelompok lainnya. yaaa secara yang ada di kelompok 8 tuh emang kebanyakan orang yang sangat rusuh dan berisik (apalagi cowo” nya). trus lama-lama kita jadi suka lede-ledekan, iseng, sampe kami punya yell kelompok yang mengadopsi dari iklan F*LLO. jujur aja, gw suka banget. GW SUKA BANGET SAMA KELOMPOK INI XD

dan gw ga terlalu peduli dengan pikiran kelompok lain akan hal ini. gw kira mereka oke-oke saja. sampai kemaren kelompok 8 jalan bareng ke ciwalk buat makan siang. banyak yang mau ikutan dari kelompok lain, tapi ada anggota kelompok 8 yang bilang “ini kelompok 8 only”

akhirnya kami benar-benar menikmati hari itu, setelah seminggu dilanda sindrom deadliners dan sebelum mulai mengerjakan tugas studio yang  baru. yang tadinya cuma mau makan siang, lanjut jadi karaokean juga. trus balik lagi ke kampus buat dateng hearing cakahim. di sana kami sambil ngobrol-ngobrol juga sama temen-temen, cerita tentang karaoekan kami di ciwalk tadi.

sampai di satu bagian yang menyadarkan gw akan satu hal : kami ngga seharusnya mengotakkan diri dalam kelompok

ada yang bilang “ih, maenannya kelompok nih” dengan muka bete gtu

 

sadarlah gw, bahwa dia ga suka kami kaya gini. dan malam ini gw menemukan lebih banyak lagi yang ngga suka dengan kelompok kami.

Ya Allah…bahkan sampai sahabat-sahabat gw juga ga suka. dan memang mereka yang membukakan pikiran gw yang selama ini dijejali dengan segala hal berbau kelompok 8. gimana dong?? gw sayang kelompok 8, gw sayang sahabat-sahabat gw, dan gw sayang temen-temen seangkatan gw. tapi 2 dari mereka membenci yang satu lainnya.

 

sedih deh… T____T

 

daddy’s little girl

lagi-lagi saya mau bercerita tentang pengalaman di angkot
gapapa lah yaaa
suka-suka saya mau cerita apaan ;p
hehe

tadi tuh saya ke kampus memenuhi panggilan forum angkatan
di sms jarkom siihhh, mulainya jam satu siang
berhubung rumah saya jauh dan pas dapet sms jarkom tuh saya belom mandi (jam 12.30! bandung dingin banget, jadi males mandi)
jadi aja saya meneruskan aktivitas nge-net dengan nikmat di atas kasur sampe jam 1 siang :D
abis itu mandi, siap-siap lalalala trus berangkat deh ke kampus jam 13.30
berhubung ni hari minggu, jalanan macet jadilah saya baru nyampe kampus jam 14.30

ternyataaaa forumnya belum dimulai, kawan-kawan! hah, saya udah telat 1,5 jam tapi ni forum belum mulai juga
*untung ga dateng tepat waktu….haha jahat bener dah

oke oke itu ga penting

setelah izin pulang duluan ke ketua angkatan, saya mampir dulu ke kosan hani
ngobrol-ngobrol bentar trus pulang jam 18.45
naik angkot kalapa-dago trus nyambung antapani-ciroyom dari depan hotel hyatt
di angkot itu, saya duduk tepat di belakang supirnya
di bangku depan ada seorang ibu dengan 2 anak yang masih kecil banget
yang satu laki-laki masih bayi, kakaknya perempuan belum setaun umurnya

si kakak agak berisik gtu, pengen deket bapaknya (yang nyupir)
sementara sang ibu sibuk ngurusin anak satunya lagi yang masih bayi
akhirnya sang ayah merangkul anak perempuannya itu sambil menyetir
kirain yah, si ayah bakal marah-marah sama anak perempuannya
karna sebelum merangkul dia bilang “sana sana, bapak lagi cape!”
tapi karna anaknya merajuk terus, jadi aja si ayah mau merangkulnya

heu so sweet banget deh

trus yah, anak itu jadi ga rewel lagi
pas lewat jalan ahmad yani kan banyak yang jualan duren tuh
eh anak perempuannya nunjuk-nunjuk seolah bilang “papa, aku mau ituuuuu”
(gile, anak kecil udah boleh makan duren ya?)
ayahnya jawab
“kamu mau?? iya nanti yah papa beliin” dengan lembutnya
padahal tampang tu bapak sangar banget
brewokan, rambut gondrong
mirip LIMBAD!
tapi ternyata wajah ngga mencerminkan pribadi dan hati seseorang ya
seorang bapak yang bertampang seram sebenarnya hatinya lembut
dan lembutnya ga cuma ke anaknya, ke saya juga

oiya, kan sempet macet tuh di jalan ahmad yani
datanglah pengamen ke angkot yang saya tumpangi
gonjreng-gonjreng gitarnya ternyata menarik perhatian anak perempuan itu
langsung dah dia berdiri menghadap ke belakang (ke bangku saya) dan memperhatikan pengamen
sampe ngamennya selesai

setelah pengamennya pergi, anak itu masih menghadap belakang
kali ini matanya tertuju pada saya
duh…jadi salting gitu saya
haha
yaaa saya kan ga biasa berinteraksi dengan anak kecil yang belum dikenal
tapi saya jadi kasihan…anak sekecil itu kenapa dibawa ikut? kenapa ga di rumah aja biar hangat?
akhirnya saya hanya bisa balas menatap anak itu dengan ekspresi “hai adik manis, namamu siapa?”
dan dia tidak menjawab…*yaiyalah….
matanya ga beranjak dari saya, makin bingung lah saya harus ngapain
saya pun memberanikan diri menyentuh tangan mungilnya
aduuuhhh saya ga tega melihat tatapannya! seperti rapuh gtu
tapi saya bisa bantu apa?

mau bantu uang, lah saya aja masih dibiayai orangtua dan uangnya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya
jadi saya cuma bisa berdoa semoga orangtuanya mendapat rizki yang cukup untuk membiayai kebutuhan hidup kedua anaknya

*tersiksa banget jadi orang yang ingin menolong, tapi ga mampu :_(

don’t judge a book by its cover

udah pada familiar kan dengan peribahasa di atas?

maksudnya apa sih fir nulis ginian?

hooo…begini temans, saya hanya ingin menceritakan sepenggal kisah yang saya alami beberapa hari lalu

hari….ah saya lupa harinya :( , saya pulang dari kampus sekitar jam 5 sore

saya berjalan dari gerbang ganesha menuju pasar balubur melalui jalan gelap nyawang

sesampainya di balubur, saya naik angkot sadang serang-caringin (ssc)

dapet duduk di dekat pintu di bangku 4 orang

terlihat di dalam angkot itu kebanyakan penumpangnya memakai kaos salah satu pasangan capres-cawapres, kaosnya di sobel gitu

dan tampaknya mereka berasal dari golongan ekonomi lemah

trus mereka ngobrol-ngobrol deh… saya ngga ngerti juga mereka ngobrolin apa

tapi saya bisa menangkap bahwa mereka baru pulang kampanye

nnaaahh di tukang mebel-mebel balubur itu, ternyata ada kenalan mereka

karna angkotnya ngetem, bapak-bapak di toko mebel dengan penumpang angkot yang baru pulang kampanye itu terlibat percakapan yang lumayan singkat

kira-kira begini….

tukang mebel (TM): lah, kaosnya nomer X tuh?

penumpang angkot (PA): iya, tadi diajak pawai. dapet 30 ribu! haha

biar kaos nomer X, nyontrengnya mah nomer Y!

——

ha ha ha….miris banget mendengarnya

hasrat terpendam

akhirnya bisa juga nge post cerita kali ini

abisan dari kemaren lama bgt dah nunggu loading new post nya

hehe *curhat

wokeh

temans, bagaimana kabar liburannya?

menyenangkan kah? jalan-jalan ke mana aja?

kalo aku sih jadi penjaga rumah sajah

coz temen” di jakarta banyak yang blm UAS, jd ga bisa hura-hura dulu :’(

udah gtu..ortu kan kerja

tambah komplit deh alasan tuk jadi penjaga rumah

eniwei, gara-gara itulah aku jadi sering dengerin musik

nonton drama korea, download OST nya, dengerin koleksi-koleksi OST drama korea yang udah lama

trus dapet satu OST Twilight : River Flows in You by Yiruma

^^

tu lagu enak bgt, SUMPAH! seharian aku dengerin, ga bosen-bosen!

ahaha

lalu…muncullah keinginan untuk bisa memainkannya

pake piano tentunya, atau keyboard, organ, apa kek alat musik yang bisa berbunyi mirip piano

trus ada lagi lagu yang aku suka trus pengen aku mainin

OST Full House, udah pernah denger blm?

ada 2 lagu terakhir yang instrumen

tu juga enak…sedih lagunya

kalo dengerin lagu itu jadi inget adegan-adegan mengharukan di Full House

ga cuma itu, setiap denger lagu instrumental

bawaannya pengen mainin pake piano

PENGEN BANGET!!! HWAAA!!!

namun…

Malang 1 : aku ga bisa main piano! :(

ga pernah les, belajar, kursus, apalah itu

satu-satunya alat musik yang bisa ku mainkan adalah recorder

punyaku dulu ga sebagus ini sih~

punyaku dulu ga sebagus ini sih~

karna waktu SD atau SMP ada pelajaran seni musik dan wajib bawa recorder

trus latian lagu-lagu daerah dan lagu wajib pake recorder itu

sempet ikut PORSENI (Pentas OlahRaga dan keSENIan) saat SMP

di tim apa-ya-aku-lupa-namanya ;p

oh iya..ansambel

dan kemampuanku main recorder juga biasa-biasa aja

ga bisa main lagu yang ada kres atau mol nya

standar banget deh! hehehe

sebenernya waktu kecil, pengen les musik

karna liat profil artis idola *cailah

kan ada yang sampe les nya banyak banget

les biola, piano, balet, lukis, lalalala

tapi ku pikir..ah itu mah ikut-ikutan doang

takutnya jadi ngga serius lesnya

tapi ternyata…huh gini deh akibatnya!

Malang 2: aku ga punya piano, atau keyboard, atau organ, atau alat musik sejenis nya

berhubung harganya berjuta-juta dan ga ada yang bisa main alat musik itu *di rumah

ortu ku ga beli piano dan kawan-kawan sejenisnya itu

bukannya ga mampu, tapi sayang kalo dibeli tapi ga ada yang bisa memainkannya

ntar malah jadi pajangan doang, buang-buang duit aja deh!

kasian banget diriku…heuheu…

ga bisa menyalurkan keinginannya untuk bermain musik

eh..pernah ya aku kan niatnya pengen minta ajari piano sama seorang teman

trus nyari partitur River Flows in You itu di internet

KETEMU! senangnya~ :D

tapi tu lagu rumit banget, banyak not yang tumpuk-tumpuk dan…ah ribet deh!

kayanya salah milih tu lagu sebagai lagu pertama bagi pemula

hohoho

lanjut…

Malang 3: kayanya yang ikut les piano tuh kudu dari anak-anak ya?

biar gampang belajarnya

kalo udah gede gini mah, bakal susah

lha aku aja ga bisa baca not balok secara otomatis

maksudnya, harus diurutin dulu tu not ada di garis mana

trus pake kunci apa, do nya di mana

gitu…

parahnya lagi..aku ga bisa main kalo di tutsnya ga ada tulisan angka nadanya

do: 1

re: 2

mi: 3

dan seterusnya

karna di pianika ku waktu SD, mamah nulisin begituan

akibatnya pas SMA ada ujian praktik seni musik, gurunya bilang

“kalo main pianika, jangan ada tulisannya ya”

tapi setelah memohon-mohon akhirnya diizinkan :)

maka dari itu…

aku pengen banget, PENGEN BANGET LES PIANO

tapi..MALU

ntar di sana yang seumuran aku jangan-jangan udah jadi gurunya

atau murid berprestasi yang udah pernah resital

makin minder aja dah

ada yang mau ngajarin aku main piano ga??

sekalian pinjam pianonya..hehe *ngga tau diri ih

oiya, ntar kalo udah punya anak

aku mau ajak anakku les macem-macem ah

pelampiasan mama nya

kau harus bisa main piano ya nak? HARUS! hehehe

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.